Home

Thursday, 19 February 2026

Maher Zain - Tuntunku KepadaMu (Guide Me All The Way) - Bahasa Version | Official Lyric Video


 

19226 Solat wanita lebeh utama dirumah apakah solat terawik dirumah juga mohon pencerahaan


 

(🔴LIVE) 20-02-2026 Prof Dato Dr Maza : Hubungan Hamba dengan Allah ialah Tauhid Dalam Ibadah dan Doa


 

BELAJARLAH DIAM ! JAGA LISAN MU, JANGAN SAKITI HATI SAUDARA MU - Ustadz Syafiq Riza Basalamah


Omongan itu melalui 7 kunci:
Jika ia keluar maka ianya di tulis
Malaikat akan mencatat...terus bagaimana kita belajar diam sebahgaimana belajar berbicara.
Sabda Nabi menegaskan ..Pentingnya diam
1)Teruskan keimanan mu kerana keimanan ini menjadi penggerak , menjadi moto untuk diam.
2)Ngomong...Ini omongan ku kira2 di catat di kebaikan dan keburukan...kiranya apa kah catatan itu...Baikkah atau buruk kah? 
3) Menggunakan lisanmu untuk berzikir..: Engkau jangan banyak bicara.melainkan dengan berszikir kepada Allah.  Orang yang banyak ngomong adalah orang yang jauh dpd Allah.  Kata Nabi ...Dunia ini terkutuk...Dunia ini terlaknat.dan semua di dalamnya ikut terlaknat kecuali mengingat Allah. Dan ketaatan2 lain...yang belajar perlu belajar dn kemudian ketika kamu hendak kumpul bersama teman2mu , engkau perlu mempersiapkan bahan.
Bila kawan2 mengundang untuk ngobrol...tanya , mahu ngobrol apa dan jika tiada apa yang hendak di ngobroli.."Tak ada apa...ngobrol aja" Maka lebih baik kita menghindar. tapi jika sesuatu yang hendak diomongkan berguna ...silakan Jemaah.
Kenudian tak kata duduka ngobrol dis sana...ternyata ngobrolan yang dimurkai oleh Allah Azzawajalla...Apa sikap kita? "Diam?"  Disini Engkau berbicara,   Rasullullah bersabda:  Sesiapa melihat kemungkaran hendaklah dia merubah dengan tangannya....Tidak mampu maka dengan lisannya...Ini saatnya Engkau berbicara.   tatkala melihat kermungkaran terjadi...megghibahi saudaranya...buruk sangka sama saudaranya...menuduh saudaranya melakukan perbuatan dosa...Apa yang harus dia lakukan...Di runkap  dengan lisannya.  Kasi tahu..."Ketika ada manafaatnya bicara engkau bicara dan ketika tak ada engkau diam".   Ketika engkau tak mampu menergur dgan lisanmu maka engkau membenci dgn hatimu...konsikuensinya kau harus tinggalkan tempat itu.  
Allah tidak RIDHO dengan kemungkaran yang terjadi dan Engkau diamkan.  

Kemuidian wahai hamba2 Allah yang taat...ketika selesai ngobrol sama sahabat2 kita " JANGAN LUPA UNTUK MEMBACA DOA KAFARATUL MAJLIS"
Mungkin di situ ada omongan tidak berguna...omongan yng tidk harus di ucapkan..."DOA KAFARATUL MAJLIS ITU BUKAN UNTUK SELESAI KAJIAN...BUKAN.... TAPI UNTUK SELESAI NGOMONG"
" Eh jangan lupa membaca doa kafaratul majlis..dengan lisan dengan hatinya...Dia memohon kepada Allah...

"Subha nakallah humma wabiham dika..ash hadu ala illa ha illa anta..astagh firuka waatu bu illaik"
 
Dia memuji Allah dan memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada Allah.  
Maka di sini dalam rangka kita belajar untuk "Diam" Engkau perlu memohon kepada Allah agar memberi petunjuk...kerana banyak diantara kita yang menganggap biasa aja...

Saya yang banyak berdosa saya rasakan kerana ada sahaja saya tulis...meskipon tentang kenangan2 saya...ianya satu dosa saya dapat rasakan.  apabila sahabat dan kawan2 bacapon ia sudah menjadi dosa kepada saya.  Dan dengan sedarnya saya pada ceramah "DIAM" ini saya berhasrat untuk berhenti menulis sebarang yang lagho.  InsyaaAllah.

Nasihat "Diam" Encik, sahabat saya  kepada saya itu sangat2 berharga... Ianya adalah  untuk saya buat "Bekal Akhirat" Terima kasih.   Banyak2.  

InsyaaAllah "Diam" Ustaz Hannan Attaqi sapa peluk dengan rapi dan begitu juga ceramah Ustaz Reza Basallamah ini.  Moga Encik dapat doajkan sahabat  sebagai sahabat...yang berjalan menuju Allah.  Dah tak bberapa lama lagi ini.  Terima kasih dari saya buat Encik  dan Maaf atas apa yang berlaku.    Saya akan manfaat Ramadhan sayadengan baik.  Moga mendapat perlindungan Allah.





 

 

Saturday, 18 May 2024

Pujian Allah SNW Terhadap Para Mukmin Dan Doa Mereka,

                                         




Trump di Ambang Kegilaan “Wali Kota Mamdani Kutip Nabi Muhammad di Depan Warga New York” AS Berubah


 

NEW YORK SHAKES! Thousands Fill the Streets for First Tarawih in the Heart of the City

 



For one unforgettable night, New York City witnessed something extraordinary. In the middle of the world’s busiest streets, thousands of Muslims gathered shoulder to shoulder for the first Tarawih of Ramadan. Under the glowing lights near Times Square, prayer mats replaced traffic lanes. Takbir echoed between skyscrapers. Tourists stopped. Cameras rolled. The world watched. This wasn’t just a prayer. It was unity. It was identity. It was a powerful moment of faith rising in the heart of America. From emotional tears to viral social media clips, this night proved one thing: Ramadan in New York hits different. Watch until the end and feel the atmosphere that made the city stand still.
 

Jika kamu tlh lelah...