Home

Monday, 6 April 2026

Apa yang Nabi ajar supaya Muaz tak tinggalkan baca ni

  Apa yang Nabi ajar supaya Muaz tak tinggalkan baca ni

Wednesday, 15 October 2025

 

Apa yang Nabi ajar supaya Muaz tak tinggalkan baca ni...
Allahhummainni ala zikrika...Wa syukrika  wahusni ..iba datik...( Ya Allah bantulah aku dalam mengingatiMu , mensyukuruMu dan beribadat kepadaMu )

Agama is not a purpose of intertainment......MasyaaAllah...
Jangan harapkan petua2 ...Letakkan tauhid yg benar.
.solat yg benar...  Buat Aktiviti agama ...bagus.  Nak ustaz yg menghiburkan...Apa ni?  
Agama jadi macam mentera...Ya Rabb jadikanlah kami semua jujur dlm ibadah...Carikanlah kami ubudiyyah agama...  (Iyyakanaqbuduwaiyya kanastain.)  KepadaMu kami sembah dan kepadaMulah  tempat kami meminta pertolongan... Ibadah dlm ertikata humbleness...
Kenapa saya solat saya tetap ada masaalah ...tak maju, tak naik...? 
Dia lupa Nabi Yusuf di buang dlm telaga  di jual...dipenjara,,,
Doa Nabi Yusuf...
Matikan aku sebagai seorang muslim dan masukkanlah aku sebagai orang yang soleh...

 Apa ni..... 
Jumpa ustaz nak naik pangkat nak berniaga berjaya...nak kaya...This not a purpose of ubudiyyah...

Syukur Ya Rabb...

Sunday, 5 April 2026

Neil Sedaka - Oh! Carol (Lyrics) 11.00pm

 

Tuesday, 26 August 2025

 22/8/25

Selasa, 29 April 2025

Neil Sedaka - Oh! Carol (Lyrics)

 

Burung Putih 1.00am

 

Saturday, 28 March 2026

Burung Putih 6.00PM

 

Saturday, 18 May 2024

Burung Putih   6.00PM

DrMAZA-Doa iktidal|Perkataan hambaNya yg paling benar


Saturday, 12 October 2024

DrMAZA-Doa iktidal|Perkataan hambaNya yg paling benar..


Pujian bagi Allah.  
Rabbana wallakalhamd...nabi sambung minussama wa tiwal ard..
bumi satu...langit banyak...kehalusan agama...

Allah adalah pelindung orang2 beriman.
Mengeluarkan kegelapan kepada cahaya2.  Nur...cahaya.
Keluar daripada kegelapan2 kepada Nur...Cahaya.
Dan orang2 yg kafir pelindung2 mereka adalah toghut...
Kita perlu keluar dari kegelapan tapi kita perlukan Nur..

Hubungan Insan dgn Allah adalah hubungan kemanisan Iman.  
Orang2 yg bercinta...Dia akan tahu makna cinta itu...Dia akan memuji kekasihnya....Setiap karangan dia akan merasa enak...
Bila dia dengar lagu2 cinta ...lagu2 itu menusuk dgm jiwanya

Orang2 ynag mengasihi Allah mereka kan tenggelam dalam merasai kelazatanya itu dan kadang kita tak dapat kerana sibuk itu sebab Allah suruh kita bertahajjud...2 rekaat 2 jam solat kita tak terasa ...tenggelam kita daklam sujud yang memanggiul Allah dan memuji Allah.  Manusia itu makhluk..Jika kita tidak di panggil di waktu malam kita kita akan rasa tersisih.. Ketika allah panggil...bangun solat.."  yang sedang tidur maka renggang lambung mereka dgn tempat tidur.  kita patut berduka cit jka Dia tak panggil kita.  Sebab itu bangun malam...mengadu masaalah kita...bngun...mohon pada Allah mengadu pada Allah...Necaya kita akan temui jauh lebih besar dapd apa kita dapat dari manusia.,
Benda yang paling benar yang di kata manusia ialah Alham...Yang paling benar yg memuji Allah...

Puji manusia tidak benar...Sultan, Pm ,menteri...dsbnya...
Yang benar hanyalah puji Allah.

Jangan terpengaruh...berpada2 dlm memuja....ingat ...bukan jawatan...kita ikhlas Ya Allah beri kedekan baik kepada dia tanpa kita perlu beritahu dia.  Berpada2 jangan lebih daripada memuji Allah.  

Benda yg paling benar hamba kata...Alhamdu...Pujian itulah yg paling benar apa yang hamba kata...maka kita mula kan solat kita dengan 
Alhamdulillahhirabbil aa' lamain...
Surah Fatihan...Jangan tak berbekas ....Ketahui maknanya...terasa kita memuji Allah. Yang maha pengasih dan penyayang.

Ya Allah tidak akan menghalang apa yang Engkau beri...Tidak akan ada yg memberi apa yang engkau halang...Dan tidak memberi manafaat disisimu kedudukan kerana yg dapat memberi manafaat ...amalan yang soleh.
......................................................................................
Tertibnya dunia.

Di akhirat...semua kedudukan Tuhan tak pandang itu semua.  Yang kekal hanyalah amalan soleh...


Kalau kita yakin kita akan berdiri dalam keadaan Iman.  Mutlakkan tawakkalmu.  Kalau Allah beri kemuliaan...bukanlah kerana Allah muliakannya...Kerana Allah beri dunia kepada yg dia suka dan tak suka...

SHARIFAH AINI - MASIH INGAT MASIH SETIA

 Lagu yg melayang2 ke layarku...hmmm.

SHARIFAH AINI - MASIH INGAT MASIH SETIA



BEST KALAU MACAM NI KAN!

 

WHY IS IT POSSIBLE TO DO THE PRACTICES OF HEAVEN AND END UP IN HELL? Ust...

  

Monday, 13 October 2025

WHY IS IT POSSIBLE TO DO THE PRACTICES OF HEAVEN AND END UP IN HELL? Ust...


Ya Muqal libal qulub sabbit qalbi ala di nik...
Ya Allah yang membulak balikkan hati, tetapkan lah hati ini dalam agamaMU


Kata Nabi:  "Jangan kita berbangga dengan amalnya seseorang sehingga anda lihat bagaimana berakhirnya hidup dia."

Abu haurairah berkata telah bersabda Rasullullah SAW...
"  Ada seorang yang beramal sepanjang hidupnya dgn amal soleh (beramal dgn amal ahli syurga- HUSNUL KHOTIMAH) Ada pula yg lain, dan  dia beramal dgn amal mungkar (SUUL KHOTIMAH)  di akhir usianya dia maka akhirnya dia masuk neraka .

Beramal bukan kerana dunia..beramal mestilah kerana Allah.  Berusaha terus menjadi ikhlas.  (MASAALAH HATI ADALAH BERAT...JUJUR KEPADA ALLAH JUJUR KEPADA MANUSIA)...

Sebaik2 amal yang berterusan baikpon sedikit (istiqamah)   
Perlu ikhlas dan jujur. 
Amal itu, bagai dia di awalnya.   Takutnya..
Tutup perbuatan jelekmu kepada orang lain.  Kita kena takut mati seperti dahulu...rahsiakan dan terus ingat kepada Allah...
Beramal dgn ikhlas ...Bertaubat...

Meskipon amalnya sedikit tapi dia sangat baik kepada tetangga... sedekah jugak sedikit cuma sepotong keju sedekahnya...tapi dia tidak pernah menganggu tetangganyadengan lisannya maka kata Nabi : 
" Dia tempatnya di Syurga"

Jaga hubungan kita dgn Allah dan jaga hubungan kita dengan manusia juga.  
DENGAR TERUS WAHAI, SAHABAT BLOGKU..!!!

 

Sunday, 6 July 2025

Shalat adalah ibadah utama dalam Islam yang memiliki syarat dan aturan yang harus dijaga

 Shalat adalah ibadah utama dalam Islam yang memiliki syarat dan aturan yang harus dijaga. Namun, ada sejumlah hal yang bisa membatalkan shalat jika dilakukan, baik karena sengaja maupun lalai. Mempelajari pembatal shalat adalah bagian penting agar ibadah kita tidak sia-sia di hadapan Allah.

Al-Qadhi Abu Syuja’ rahimahullah berkata dalam Matan Taqrib,

وَالَّذِي يُبْطِلُ الصَّلَاةَ أَحَدَ عَشَرَ شَيْئًا

ٱلْكَلَامُ الْعَمْدُ، وَٱلْعَمَلُ ٱلْكَثِيرُ، وَٱلْحَدَثُ، وَحُدُوثُ ٱلنَّجَاسَةِ، وَٱنْكِشَافُ ٱلْعَوْرَةِ، وَتَغَيُّرُ ٱلنِّيَّةِ، وَٱسْتِدْبَارُ ٱلْقِبْلَةِ، وَٱلْأَكْلُ، وَٱلشُّرْبُ، وَٱلْقَهْقَهَةُ، وَٱلرِّدَّةُ.

Ada sebelas hal yang membatalkan shalat:

1. Berbicara dengan sengaja,

2. Melakukan gerakan yang banyak,

3. Berhadats,

4. Terkena najis,

5. Terbukanya aurat,

6. Berubahnya niat,

7. Berpaling dari arah kiblat,

8. Makan,

9. Minum,

10. Tertawa terbahak,

11. Keluar dari Islam (riddah).

 

Penjelasan

1. Berbicara dengan sengaja

Yaitu ucapan yang disengaja dan dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama manusia, baik berkaitan dengan kepentingan shalat maupun tidak.

Dalam hadits disebutkan,

كُنَّا نَتَكَلَّمُ فِي الصَّلَاةِ، يُكَلِّمُ أَحَدُنَا أَخَاهُ فِي حَاجَتِهِ، حَتَّى نَزَلَتْ هٰذِهِ الْآيَةُ:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Dahulu, kami biasa berbicara dalam salat. Salah seorang dari kami berbincang dengan saudaranya tentang kebutuhannya. Hingga akhirnya turunlah ayat ini:

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 238). Kami lantas diperintahkan untuk diam. (HR. Bukhari, no. 4260 dan Muslim, no. 539 dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu). Catatan: “qanitin” artinya adalah “dalam keadaan tunduk dan khusyuk”.

Dari Mu’awiyah bin Al-Hakam As-Sulami radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ هٰذِهِ الصَّلَاةَ لَا يَصْلُحُ فِيهَا شَيْءٌ مِنْ كَلَامِ النَّاسِ، إِنَّمَا هُوَ التَّسْبِيحُ وَالتَّكْبِيرُ وَقِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

“Sesungguhnya dalam shalat ini tidak pantas ada ucapan manusia. Yang ada hanyalah tasbih, takbir, dan membaca Al-Qur’an.” (HR. Muslim, no. 537)

Kedua dalil ini menegaskan bahwa berbicara dengan sengaja dalam shalat termasuk perkara yang membatalkan shalat, karena shalat merupakan ibadah khusus antara hamba dan Rabb-nya, yang tidak boleh dicampuri dengan urusan duniawi.

Penyebutan “dengan sengaja” dalam konteks ini bermaksud mengecualikan orang yang lupa, atau orang yang belum tahu bahwa hal itu dilarang karena baru masuk Islam. Demikian pula orang yang secara spontan mengucapkan sesuatu tanpa niat dan ucapannya tidak panjang, maka shalatnya tidak batal. Begitu juga jika tertawa secara tidak terkendali, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

رُفِعَ عَنْ أُمَّتِي الْخَطَأُ، وَالنِّسْيَانُ، وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ

“Umatku dimaafkan ketika melakukan karena keliru, lupa, dan dipaksa.” (HR. Ibnu Majah dan lainnya).

Namun, jika seseorang dipaksa untuk berbicara dalam shalat, maka shalat tetap batal menurut pendapat yang paling kuat. Hal ini karena kasus seperti ini jarang terjadi, dan penjelasannya telah dibahas dalam syarat-syarat sahnya shalat.

2. Melakukan gerakan yang banyak

Yakni gerakan tubuh yang banyak dan berturut-turut seperti tiga langkah atau lebih, baik dilakukan dengan sengaja ataupun karena lupa.

Adapun gerakan yang banyak, seperti tiga langkah berturut-turut, atau pukulan yang jelas-jelas tidak ringan, maka itu membatalkan shalat. Tidak ada perbedaan antara dilakukan dengan sengaja atau karena lupa, sebagaimana ditegaskan oleh Imam An-Nawawi. Dasarnya adalah ijmak (kesepakatan ulama), karena gerakan yang banyak mengubah struktur shalat dan menghilangkan kekhusyukan, padahal kekhusyukan adalah inti dari ibadah shalat.

Dari penjelasan para ulama, disimpulkan bahwa gerakan ringan tidak membatalkan shalat, karena gerakan kecil bisa dimaklumi dalam kondisi tertentu. Selain itu, menjaga satu keadaan terus-menerus itu berat dilakukan, berbeda dengan ucapan yang bisa ditahan, karena itu shalat bisa batal hanya dengan satu kata, tapi tidak batal hanya karena satu langkah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang menyentuh kerikil saat shalat:

إِنْ كُنْتَ فَاعِلًا فَوَاحِدَةٌ

“Kalau kamu memang harus melakukannya, maka sekali saja.” (HR. Muslim)

Beliau juga memerintahkan untuk menyingkirkan orang yang lewat di depan (saat shalat), membunuh ular dan kalajengking, dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma memutar orang dari kiri ke kanan, serta beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencubit kaki sahabat saat sujud, dan memberi isyarat kepada Jabir radhiyallahu ‘anhu. Semua ini diriwayatkan dalam hadits-hadits sahih.

3. Berhadats

Jika seseorang berhadats saat shalat (hadats kecil maupun besar), maka shalatnya batal, baik sengaja maupun lupa, apakah dia sudah tahu atau belum. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا فَسَا أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ، فَلْيَنْصَرِفْ، فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُعِدْ صَلَاتَهُ

“Jika salah seorang dari kalian kentut saat shalat, maka hendaknya ia membatalkan shalat, berwudhu, dan mengulang shalatnya.” (HR. Abu Daud dan lainnya)

4. Terkena najis

Jika seseorang sengaja membiarkan najis yang tidak dimaafkan mengenai dirinya, maka shalatnya batal. Namun, jika najisnya dimaafkan—seperti membunuh kutu atau serangga kecil lainnya—maka tidak membatalkan shalat karena darahnya dimaafkan, sebagaimana dijelaskan oleh Al-Bandaniji.

Jika najis mengenai dirinya dan langsung dibersihkan (sebelum terlewat kadar minimal thumakninah), misalnya dengan menepisnya, maka shalat tidak batal karena sulitnya menghindari hal semacam itu dan tidak ada unsur kelalaian dari pihaknya. Ini berbeda dengan hadats, karena menjaga kesucian memerlukan waktu yang cukup.

5. Terbukanya aurat

Adapun jika aurat terbuka dengan sengaja, maka shalatnya batal meskipun segera ditutup kembali. Karena menutup aurat adalah syarat sah shalat, dan ketika ia membukanya dengan sengaja, maka sama saja dengan membatalkan shalat. Namun, jika aurat terbuka karena angin, lalu segera ditutup kembali (sebelum terlewat kadar minimal thumakninah), atau tali kain terlepas lalu segera dibetulkan, maka shalatnya tidak batal, sebagaimana dijelaskan dalam masalah najis tadi.

6. Berubahnya niat

Yaitu ketika seseorang berniat keluar dari shalat. Hal ini membatalkan karena niat adalah pengikat utama dalam shalat. Jika niat terputus, maka terputus pula ibadahnya.

Dalam masalah niat, ada beberapa rincian:

Pertama, jika seseorang memutuskan niat dalam shalat—misalnya ia berniat keluar dari shalat—maka shalatnya batal secara ijmak (kesepakatan ulama). Sebab, keberlangsungan niat merupakan syarat sah shalat, dan jika niat terputus, maka hilang pula pengikatnya. Hal ini berbeda dengan puasa, yang tidak batal hanya karena niat keluar, karena puasa termasuk bentuk meninggalkan sesuatu, bukan aktivitas fisik yang terus menerus seperti shalat.

Kedua, jika seseorang memindahkan niatnya dari satu shalat wajib ke shalat wajib lainnya, atau dari shalat wajib ke shalat sunnah, maka menurut pendapat yang paling sahih, shalatnya batal. Bahkan sebagian ulama secara tegas menyatakan batal.

Ketiga, jika seseorang bertekad untuk memutus shalat, misalnya pada rakaat pertama ia sudah berniat akan menghentikan shalat pada rakaat kedua, maka shalatnya batal saat itu juga. Karena kelanjutan niat adalah bagian dari syaratnya.

Keempat, jika seseorang ragu apakah akan melanjutkan shalat atau keluar darinya, maka shalatnya juga batal. Sebab, keberlangsungan niat yang menjadi cukup dalam shalat telah hilang karena keraguan ini. Imam al-Haramain mengatakan: “Aku tidak melihat adanya perbedaan pendapat dalam masalah ini.” Namun, keraguan yang sekadar terlintas di pikiran karena waswas, seperti yang terjadi pada orang yang sering ragu-ragu, maka tidak membatalkan shalat.

7. Berpaling dari arah kiblat

Jika seseorang membelakangi kiblat dalam shalat, maka shalatnya batal, sebagaimana jika ia berhadats. Karena syarat yang telah ditetapkan tidak terpenuhi.

8. Makan

9. Minum

10. Tertawa terbahak

Makan dan minum, karena jika puasa saja batal karenanya, padahal puasa tidak batal karena gerakan, maka shalat—yang lebih banyak gerakannya—lebih layak batal. Juga karena makan menunjukkan sikap berpaling dari ibadah, padahal tujuan dari ibadah fisik seperti shalat adalah memperbarui keimanan dan mengarahkan hati kepada Allah.

Ini jika dilakukan dengan sengaja. Namun jika lupa atau tidak tahu karena baru masuk Islam, maka tidak membatalkan, sebagaimana halnya puasa.

Bila yang dimakan sangat sedikit, maka tidak membatalkan. Qadhi Husain menyebutkan: “Jika yang dimakan kurang dari sebutir wijen, tidak membatalkan shalat.” Namun jika seukuran biji wijen atau lebih, terdapat dua pendapat, yang paling sahih: batal.

Minum disamakan dengan makan.

Tertawa terbahak membatalkan shalat jika disengaja, karena bertentangan dengan kekhusyukan dalam ibadah. Ini jika suara tertawanya jelas terdengar sampai dua huruf atau lebih. Jika tidak terdengar, maka tidak membatalkan karena tidak termasuk kategori “ucapan” (kalam).

11. Keluar dari Islam (riddah)

Riddah juga membatalkan shalat, karena secara otomatis membatalkan keislaman.

Contoh riddah dalam shalat:

  • Perbuatan, seperti sujud kepada berhala atau matahari.
  • Ucapan, seperti mencela Allah atau agama.
  • Keyakinan, seperti berpikir bahwa alam ini qadim (tidak diciptakan) lalu mempercayainya, atau meyakini bahwa shalat tidak wajib—maka kufur dan shalatnya batal.

Jangan anggap sepele gerakan, ucapan, atau niat saat shalat. Ketahui dan hindari hal-hal yang membatalkannya agar ibadah kita sah dan diterima. Mari jaga shalat dengan benar, penuh kekhusyukan dan ilmu.

 

Referensi:

  • Al-Bajuri, I. b. M. b. A. (2020). Hasyiyah al-Bajuri ‘ala Syarh al-Allamah Ibn Qasim al-Ghazzi ‘ala Matn Abi Syuja’. Jeddah: Dar al-Minhaj.
  • Al-Ghazzi, M. b. Q. (2023). Fath al-Qarib al-Mujib fi Syarh Alfazh at-Taqrib. Cairo: Dar Dhiya’.
  • Al-Hishni, M. b. ‘A. M. (2007). Kifayah al-Akhyar fi Hall Ghayah al-Ikhtishar. Jeddah: Dar al-Minhaj.
  • Al-Kamil Hamid, H. (2011). Al-Imta’ bi Syarh Matn Abi Syuja’ fi al-Fiqh asy-Syafi’i. Cairo: Dar al-Manar.

________

Ditulis pada Kamis sore, 25 Syawal 1446 H, 24 April 2025 di Darush Sholihin

Penulis: Dr. Muhammad Abduh Tuasikal 

  KAMI YANG TENTUKAN BILA PER4NG AKAN TAMAT 🔻 Ustaz Dr Mat Rofa Ismail